Wednesday, August 3, 2016

Gereja Katolik Siap Partisipasi Majukan Wisata Danau Toba

MEDAN-News 1 Indonesia.co.id


Kesiapan membangun wisata Danau Toba, Sumatera Utara, datang dari semua elemen masyarakat, tak terkecuali kalangan agamawan.
Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan menyatakan siap berpartisipasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan wisata di sekitar danau kebanggaan orang Batak tersebut.
"Sejak dulu Keuskupan Agung Medan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh realitas kehidupan dan perkembangan masyarakat di kawasan Danau Toba," kata Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga OFM Cap di Samosir, Senin (1/8).
Kesiapan itu disampaikan pada penutupan pesta perayaan peringatan Jubileum 75 Tahun Gereja Katolik Paroki Santo Mikael Pangururan di Kabupaten Samosir.
Menurut dia, program pengembangan pariwisata akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, mau pun kelestarian lingkungan.
Untuk itu, Keuskupan Agung Medan berharap pemerintah melibatkan masyarakat tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi secara holistik, sejak perencanaan pengembangan itu dimulai.
"Pemerintah harus memberi ruang partisipasi bagi masyarakat setempat dan komponen civil society," ujar Uskup Agung Medan.
Sementara umat Katolik diminta bersama mendukung program pemerintah ini untuk melakukan pengembangan pariwisata di Danau Toba, dengan mengedepankan "soft tourism" (pariwisata lembut) yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
"Menolak 'hard tourism' non-damai dan yang tidak sensitif terhadap alam, berorientasi jangka pendek, dan tidak memberdayakan masyarakat lokal," katanya.
Selain itu, pengembangan pariwisata juga mesti mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, adil, dan menjunjung tinggi martabat manusia serta adat setempat.

Baca Juga : Puluhan Siswa dari Sulawesi Takjub Langsung Terjun ke Danau Toba.
Puluhan Siswa dari Sulawesi Takjub Langsung Terjun ke Danau Toba.
                                                                                         photo by Johnny Siahaan

  • News 1 Indonesia.co.id

Tidak ada yang menyangkal keindahan Danau Toba, Sumatera Utara. Termasuk pelajar SMA dan SMK dari Mamuju, Sulawesi Barat, yang ikut dalam rombongan 'Siswa Mengenal Nusantara’.

Mereka mengagumi Danau Toba dari Parapat, Kabupaten Simalungun, yang merupakan daerah tujuan wisata utama di Provinsi Sumatera Utara. Bahkan beberapa dari mereka langsung bergegas terjun mandi ke danau.

"Luar biasa indahnya dan air Danau Toba cukup dingin," Deron (16) siswa SMK I Mamuju sambil bermain air bersama teman-temannya.

Para siswa itu juga banyak bertanya tentang sejarah keberadaan Danau Toba yang merupakan akibat dari letusan gunung purba 74 ribuan tahun lalu.

Baca Juga : Dukung Kawasan Wisata Danau Toba, Pemerintah bangun 2 Ruas Tol Baru di Sumut.

Pembimbing para siswa Mamuju, Jumadi mengatakan, ke-24 siswa itu belum pernah mengunjungi Sumut yang memiliki keberagaman budaya, suku dan daerah wisata yang dikenal cukup menarik.
Menurut Jumadi, perjalanan ke beberapa daerah di Sumut sangat menambah wawasan para siswa berprestasi yang berasal dari berbagai sekolah SLTA dan SMK di Mamuju tersebut.
Dalam kunjungan ke Parapat, rombongan siswa dari Mamuju tersebut akan mengunjungi sekolah terkemuka di Laguboti Kabupaten Toba Samosir dan rumah pengasingan Presiden RI pertama Ir Soekarno dipinggiran Danau Toba.
Selanjutnya mereka mengujungi daerah wisata Tomok di Pulau Samosir kemudian melihat produksi kelapa sawit PTPN 4 dan Taman Hewan Pematang Siantar.
Sebelum ke Parapat, rombongan siswa yang terkait kegiatan BUMN memperingati HUT RI ke-71 mengunjungi Kabupaten Batubara.
Untuk diketahui, program "BUMN Hadir Untuk Negeri" berisi berbagai kegiatan. Mulai bedah rumah veteran sebanyak 45 unit yang berada di 12 kabupaten/kota, program 'BUMN Mengajar, pemberian bantuan untuk mantan atlet nasional, pembinan narapidana usia produktif yang sudah keluar dari lembaga pemasyarakatan.
Selain itu bantuan air bersih dengan membangun sumur bor di beberapa daerah, pasar murah dan jalan sehat.
Ada juga pemutaran film anak-anak serta bantuan untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) dan penyediaan jaringan listrik bagi rumah tangga yang belum mendapat aliran energi .
Dukung Kawasan Wisata Danau Toba, Pemerintah bangun 2 Ruas Tol Baru di Sumut.

NEWS1INDONESIA-

Guna mendukung pengembangan kawasan wisata Danau Toba, di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut), pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun dua ruas jalan tol baru, yaitu ruas Tebing Tinggi-Siantar dan ruas Siantar-Parapat. Kedua ruas tol ini diperkirakan akan menghemat waktu sampai dengan kurang lebih satu jam dari Tebing Tinggi menuju Danau Toba.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Hermanto Dardak menjelaskan, saat ini pembangunan jalan tol baru itu sedang memasuki tahap Feasibilty Study (FS) atau studi kelayakan. Diharapkan, jalan tol baru itu bisa dibangun mulai 2017 mendatang.

Selain jalan tol baru, menurut Dardak, beberapa jalan di sekitar kawasan Danau Toba statusnya akan ditingkatkan menjadi jalan nasional, salah satunya adalah jalan lingkar luar di sekitar Danau Toba sepanjang 360 kilometer. “Hal ini merupakan wahana peningkatan pelayanan pengembangan Danau Toba sebagai wisata nasional maupun kelas dunia,” kata Dardak saat menghadiri Musyawarah Masyarakat Adat Batak di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (30/7) pekan lalu.

Seperti diketahui bahwa pembangunan infrastruktur sangat penting untuk mendukung pengembangan kawasan Danau Toba yang akan menjadi basis pariwisata pada Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Metro Medan-Tebing Tinggi-Dumai-Pekanbaru.


Baca Juga :Jokowi Dijadwalkan Hadir pada Karnaval Kemerdekaan di Balige,Diikuti 34 Provinsi


Jembatan Tano Panggol

Dalam kesempatan itu Kepala BPIW Kementerian PUPR Hermanto Dardak juga mengemukakan, bahwa untuk kawasan sekitar Danau Toba, saat ini di Kabupaten Samosir akan dikembangkan pembangunan Jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan Pulau Samosir dan Pulau Sumatera.

Ia menyebutkan, Jembatan Tano Ponggol ini potensial untuk pengembangan perekonomian warga yang berada di Pulau Samosir. “Kami merancang konsep jembatan ini dengan tiga pilar yang sesuai dengan estetika adat dan budaya Sumatera,” kata Dardak.

Kemudian Kementerian PUPR saat ini juga memiliki beberapa program pendukung seperti normalisasi saluran Tano Ponggol, pembersihan eceng gondok di Danau Toba dan nantinya akan ada cruise atau pelayaran yang dapat membawa wisatawan mengelilingi Pulau Samosir.

Dardak menambahkan bahwa Kementerian PUPR akan terus memantau pembangunan infrastruktur yang mendukung kawasan pariwisata, termasuk rencana pembangunan livable city atau kota layak huni di sekitar kawasan Danau Toba.

Gubernur Sumatera Utara, Teuku Erry Nuradi mengatakan Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki multi etnis. Setidaknya, ada delapan etnis lokal, enam di antaranya ialah puak Batak. Masyarakat majemuk ini adalah potensi besar untuk mendukung dan memacu pembangunan.

(BPIW Kementerian PUPR/ES)
Jokowi Dijadwalkan Hadir pada Karnaval Kemerdekaan di Balige,Diikuti 34 Provinsi

                           

Balige, News1Indonesia


Karnaval Kemerdekaan yang diikuti kontingen 34 provinsi akan digelar di Balige pada 20-21 Agustus 2016 mendatang. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan hadir pada karnaval dengan tema ‘Pesona Wisata Danau Toba 2016’ itu.

“Kita bangga Bapak Presiden memilih Danau Toba sebagai tempat pelaksanaan Karnaval Kemerdekaan dengan tema Pesona Wisata Danau Toba 2016. Kita merasa beruntung, karena mungkin puluhan ribu yang hadir saat itu, termasuk Bapak Presiden dan perwakilan dari 34 provinsi,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tobasa Audi Murphy Sitorus kepada wartawan usai mendampingi Tim Kreatif Kepresidenan di Lapangan Sisingamangaraja Balige, Kamis (21/7/2016), sebagaimana dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Tobasa.

Baca juga : HEBOH,IMF TERKEJUT LIHAT KINERJA INDONESIA TERBAIK DAN
BERKEMBANG DI DUNIA.


Untuk itu, harap Murphy, aparat Pemkab dan seluruh masyarakat Tobasa perlu mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik.

“Tugas kita sebagai tuan rumah, tentunya mempersiapkan segala sesuatunya sesuai kemampuan kita. Baik dari segi tenaga ataupun yang lain. Harapan kita masyarakat juga seperti itu. Bisa membuka diri dan menjadi tuan rumah yang baik,” pintanya.

Sekda Audi Murphy didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Ultri Sonlahir Simangunsong dan beberapa pejabat lainnya menjelaskan, selain karnaval yang mengambil rute Soposurung-Jembatan Juara Monang, acara dimeriahkan dengan panggung terbuka di Lapangan Sisingamangaraja, perahu hias, panggung terapung, panggung musik di tiga tempat, lomba pesona tari Indonesia, dan pesta kuliner rakyat.

“Jadi ada 6 kegiatan, dan tadi Tim Kepresidenan telah melakukan survei lokasi, melihat dimana titik-titik yang pas tempat kegiatan yang dijadwalkan. Mudah-mudahan dengan even tersebut, daerah kita semakin dikenal dunia,” tandasnya.


Tuesday, August 2, 2016

HEBOH,IMF TERKEJUT LIHAT KINERJA INDONESIA TERBAIK DAN BERKEMBANG DI DUNIA.



NEWS1INDONESI.COM- Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menilai, Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang memiliki kinerja terbaik pada tahun 2015. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pengelolaan manajemen ekonomi yang baik serta timing reformasi yang tepat pada waktunya, khususnya untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Hasil asesmen IMF terhadap Indonesia yang dimuat dalam laporan hasil asesmen Article IV Consultation, dan dimuat di laman IMF Selasa (15/3) menunjukkan, adanya penguatan signifikan dalam kerangka kebijakan Indonesia selama beberapa tahun terakhir dan telah meningkatkan ketahanan makro ekonomi, sehingga berhasil memperkuat stabilitas makro ekonomi dan mendukung pertumbuhan.

Hal tersebut membua Indonesia berhasil meminimalkan dampak gejolak eksternal yang sulit pada tahun 2015, yang antara lain ditandai dengan jatuhnya harga komoditas, pergeseran kondisi keuangan global, dan pertumbuhan yang melamban di negara mitra dagang.

“Selama beberapa tahun terakhir, manajemen moneter yang baik dan sikap fiskal yang bijaksana telah memperkuat stabilitas makro ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Misi IMF untuk Indonesia Luis E. Breuer sebagaimana dikutip dari laman IMF pada Selasa (15/3).

Menurut Breuer, kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2015 telah menunjukkan hasil yang baik, yang antara lain ditandai dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi, inflasi yang tepat sasaran serta defisit neraca transaksi berjalan yang menurun.

“Kinerja makro ekonomi Indonesia baik di tahun 2015. Meskipun lingkungan eksternal lebih lemah, namun pertumbuhan ekonominya tetap merupakan salah satu yang tertinggi di antara negera berkembang, yaitu 4,8 persen di tahun 2015. Inflasi jatuh ke dalam kisaran target bank sentral (3-5 persen), dan defisit neraca sekarang ini menyempit,” urai Breuer.

Namun demikian, untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan yang kuat, IMF mengingatkan pemerintah perlu mendorong dan memperluas reformasi yang sedang berlangsung. Hal ini penting Sebagai informasi, Article IV Consultation merupakan bagian dari aktivitas monitoring (surveillance) IMF yang dilakukan setiap tahun sekali terhadap setiap negara anggota. Asesmen dilakukan terhadap kebijakan moneter, fiskal, nilai tukar, risiko kerentanan yang muncul dari volatilitas aliran modal, serta isu kelembagaan dan struktural di Indonesia. Article IV consultation tahun 2015 dilaksanakan pada 3-17 Desember 2015, dipimpin oleh Luis E. Breuer.

Sementara itu Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 berkisar sebesar 5,1 persen dan 5,3% untuk tahun 2017. Angka ini terkoreksi 0,2 persen lebih rendah dibanding proyeksi pada Bulan Desember 2015. Namun, ini berarti Bank Dunia melihat ada peluang untuk perbaikan ke atas jika dibanding pertumbuhan Indonesia tahun lalu yang sebesar 4,79 persen.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves mengatakan, angka pertumbuhan Indonesia masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan kebanyakan negara pengeskpor komoditas lainnya. “Tapi pertumbuhan di bawah 6 persen tidak cukup untuk menampung 3 juta anak muda Indonesia yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya,” tegas Rodrigo seperti dilansir melalui siaran pers Indonesia Economic Quarterly pada Selasa (15/03).

Menurut Rodrigo, pulihnya ekonomi Indonesia akan bergantung pada kebijakan untuk memperbaiki iklim usaha, menarik investasi swasta yang lebih banyak, serta diversifikasi ekonomi. “Perbaikan yang lebih tangguh butuh investasi swasta yang kuat dan reformasi kebijakan yang komprehensif dan keberlanjutan guna memperbaiki iklim usaha,” tambahnya.


Di kesempatan yang sama, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan bahwa Indonesia masih punya banyak industri yang dapat dikembangkan, seperti manufaktur. Dengan dukungan pemerintah, industri manufaktur dapat mendukung peningkatan laju pertumbuhan yg ada di Indonesia.

Berita Terbaru

Powered by Blogger.

Video

Berita Populer

Komentar Pembaca

Our Facebook Page