Thursday, July 14, 2016

Korban Tewas di Pasir Putih Parbaba Penduduk Desa Sihusapi Simarmata
                                                                                              news 1 indonesia
PANGURURAN,News 1 Indonesia – Seorang anak tewas tenggelam ketika bermain di objek wisata permandian pantai Pasir Putih Parbaba.
Korban bernama Anto Simarmata, (8), diketahui adalah penduduk Pandalahan, Desa Sihusapi Simarmata, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Korban yang merupakan anak dari Dapen Simarmata (Bapak Tessa) (50), dibawa oleh keluarga Inangudanya Martaulina Sinaga yang berasal dari Desa Batu Sangkar, Kecamatan Lima kau Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat kelokasi permandian Pasir Putih Parbaba.
Hal tersebut disampaikan abang korban bernama Rado Simarmata (15), ketika ditemui di RS.Hadrianus Sinaga, Pangururan.
“Kami datang bersama rombongan inanguda yang baru datang dari Sumatera Barat dan mandi di Pasir Putih Parbaba,” ujar Rado Simarmata.
Menurut abang korban Rado Simarmata, yang berasal dari Desa Batu Sangkar, Kecamatan Limakau Kabupaten Tanah Datar , Sumatera Barat, mulanya mereka bersama korban dan keluarganya hendak mengelilingi pinggiran pantai pasir putih parbaba dengan menyewa kapal dayung.
Kemudian, korban lompat dari sampan dayung tapi karena dangkal dibiarkan oleh keluarganya. dan hal itu berlangsung beberapa kali.
Namun, ketika sampai disalah satu bibir pantai lainnya, korban Anto Simarmata kembali melompat dari sampan dayung namun kali ini tidak terlihat lagi. Diduga ditempat tersebut terdapat tempat yang dalam dan berbeda dengan bibir pantai lainnya.

Rado Simarmata kemudian meminta pertolongan kepada petugas pelayanan pos polisi parbaba, dan mencari korban.
Setelah korban berhasil ditemukan, langsung diberikan pertolongan pertama. Namun ketika dibawa ke RS.Hadrianus Sinaga, korban meninggal dunia.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak bernama Anto Simarmata ditemukan tenggelam dipasir putih Parbaba disisi sebelah kanan gedung pos pelayanan polisi, sekitar  pukul 17 wib, pada Sabtu, (14/7/2016).
Petugas Polisi yang berjaga ditempat kejadian langsung membawa anak ke Rumah Sakit Hadrianus Sinaga, namun ditengah perjalanan sianak tersebut meninggal dunia.
Hal tersebut dibenarkan Kapos Polisi Pelayanan Parbaba Operasi Rahmadniya Toba 2016, Ipda Salomo Sagala.
“Korban anak diduga meninggal dunia ketika dibawa petugas ke RS.Hadrianus Sinaga,” ujar Ipda Sagala

Tuesday, July 12, 2016

Pemerintah Bakal Sulap Danau Toba Jadi Monaco Asia
                                            Danau Toba di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
News1indonesia, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan mendorong sektor pariwisata sebagai basis unggulan perekonomian nasional. Danau Toba, Sumatera Utara, akan menjadi salah satu proyek percontohan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menuturkan, kawasan Danau Toba, akan dikembangkan oleh kementerian menjadi seperti Monaco di Eropa.

"Sebagai contoh di Danau Toba jadi Monaco, Monaco itu negara kecil di Eropa indah sekali. Kita akan ubah Danau Toba menjadi Monaco Asia," kata dia di Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Pengembangan yang akan dilakukan adalah dengan membangun sarana dan prasarana termasuk infrastruktur sehingga wilayah tersebut menarik minat wisatawan lokal maupun manca negara. 
Setelah sarana dan prasarana telah siap, kementerian akan melakukan promosi yang gencar untuk mengundang wisatawan. Promosi tersebut bisa dilakukan dengan menjalankan Festival Danau Toba.

Rizal Ramli melanjutkan, ia sangat menyayangkan potensi Indonesia untuk sektor wisata belum tergarap dengan baik. Terlihat, dari jumlah wisatawan yang kalah dari negara tetangga seperti Malaysia. "Di sana 27 juta wisatawan, di Indonesia kurang 10 juta wisatawan. Itu kok bisa?"ujarnya.

Oleh karena itu, dalam program kerja kementerian, Rizal menargetkan dalam lima tahun ke depan jumlah wisatawan yang akan datang di Indonesia mencapai 20 juta wisatawan. Kemudian menaikan pekerja di sektor pariwisata menjadi 7 orang. "Devisa US$ 10 miliar, akan kami tingkatkan menjadi US$ 20 miliar," tuturnya.

Rizal berkeinginan menjadikan Indonesia seperti negara-negara di Eropa yang memiliki basis kuat di sektor pariwisata. "Banyak negara dunia yang sektor wisata paling penting Spanyol misalnya, Italia nomor satu wisata, Yunani,Belanda Jadi kita akan genjot tentu ada strateginya. Kalau ada yang tertarik tinggal google Rizal Ramli pariwisata," tandas dia.

Sebelumnya,Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga berencana untuk membuat Sumatera Utara menjadi destinasi unggulan bagi para wisatawan mancanegara, Kementerian Pariwisata akan terus memberikan dukungan, salah satunya adalah dengan menyiapkan dana sekitar Rp10 miliar.

Namun dana Rp10 miliar dukungan Kementerian Pariwisata tersebut tidak berupa uang, melainkan media untuk komunikasi yang dikelola Kementerian Pariwisata dan teman-teman yang ada di Sumatera Utara, dengan memberikan informasi apa saja yang di butuhkan dalam mempromosikan pariwisata.

"Tahun ini kita harapkan Danau Toba sudah masuk ke GGN atau Global Geopark Network UNESCO. Potensi wisata di Sumut sangat besar, wisatawan mancanegara di Sumut dulu bisa mencapai 400ribu, sekarang tersisa hanya 270ribu," ujar Menteri Arief.

Menurut Arief, kunjungan wisatawan ke Sumut bukannya malah naik melainkan menurun harus ada intropeksi mengapa hal tersebut bisa terjadi, padahal potensinya sangat besar. Oleh karena itu, tahun 2019 targetnya adalah 4 kali lipat, yaitu dari 270 ribu menjadi 1 juta.

"Kiat-kiat khusus dari kementerian pariwisata untuk menjadikan Danau Toba salah satu wisata dunia juga sudah kita siapkan. Secara garis besar saya bagi tiga, yang pertama pengembangan destinasinya, kedua pemasaran, dan ketiga kelembagaan. Untuk pengembangan destinasi kita sudah sepakat ikon untuk Sumatera Utara adalah Danau Toba," Dan Prospek ini sedang Berjalan''.tambahnya.
Penulis:
 Felix Sitanggang Editor   :  Gomsu
Jr Saragi Mengungkapkan Mau ke Danau Toba Tak Usah Bayar
                                                   JR Saragih  bersih-bersih di Parapat, Selasa (12/7).

News 1 Indonesia | Simalungun -Terhitung sejak 12 Juli 2016, siapa saja yang masuk melalui pintu gerbang Parapat menuju Danau Toba tak akan dipungut bayaran apa pun. Catat itu.
“Mulai hari ini kita gratiskan,” tegas Bupati Simalungun, JR Saragih di pintu gerbang Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Selasa (12/7)
JR yang didampingi sejumlah pimpinan SKPD merubuhkan spanduk kecil di kedua sisi pintu gerbang yang bertuliskan pengenaaan retribusi masuk sesuai peraturan daerah (Perda) dan mengganti dengan tulisan gratis atau bebas retribusi pengunjung. Dari Pungli
Spanduk pengganti itu diharapkan menjadi payung hukum bagi pengunjung, sehingga terhindar dari praktik pengutipan yang ilegal / Pungli
JR mengatakan akan menerbitkan Peraturan Bupati atau Perbup sebelum Perda tentang retribusi jasa umum dicabut dengan persetujuan DPRD.
“Perda merupakan produk hukum eksekutif dan legislatif, jadi pencabutan harus dilakukan secara bersama,” katanya.
Di kesempatan itu, JR atas nama pemerintah kabupaten menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan para pengunjung di Parapat yang dikenai retribusi yang sangat tidak wajar pada liburan Idul Fitri 1437 H.
Pengunjung dikenai kutipan sampai ratusan ribu rupiah yang ditulis petugas pintu gerbang di selembar tiket, sedangkan sesuai Perda per orang dikenakan bayaran Rp 2.500 dan mobil Rp 10.000.
“Sebelumnya saya minta maaf kepada pengunjung, karena ada tulisan membuat tarif sembarangan. Oleh karena itu mulai hari ini saya membuat tindakan bahwa sudah membubarkan semua tarif masuk ke kawasan Danau Toba, artinya  bebas tanpa dikenakan biaya,” katanya.

Penulis :Felix Sitanggang

Monday, July 11, 2016

Pungutan Tarif Retribusi di Pintu Masuk Parapat Semakin "Menggila Harganya"
                                    Harga Tarif retribusi yang diterapkan di pintu masuk Parapat.                            Pungutan Tarif Retribusi di Pintu Masuk Parapat Semakin "Menggila Harganya"

Simalungun, Pemerintah Pusat yang selama ini mencoba menggalakkan program Destinasi Wisata Danau Toba, seolah bertolak belakang dengan yang terjadi saat ini.
Libur Lebaran Idul Fitri 1437 H, justru dimanfaatkan oknum penjaga pintu masuk (gerbang) lokasi wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon melakukan pengutipan kenaikan tarif masuk yang Sangat menggila Harganya.
Memasuki hari keempat libur Lebaran, persisnya Sabtu (9/7/2016), tanpa merasa bersalah dan tanpa merasa malu, persis di gerbang masuk, terpampang tarif pungli, yang terbuat dari karton putih. Diduga tarif pungli itu dipasang oleh oknum pemungut retribusi dari Dinas Pariwisata Simalungun.
Melalui tarif yang dipasang, tertera biaya masuk yang harus diberikan wisatawan (penikmat libur lebaran). Diantaranya, bus besar harus membayar Rp 120 ribu. Bus tiga perempat dikenakan tarif Rp 50 ribu dan mobil L300 harus bayar Rp 30 ribu. Mobil pribadi dipungut Rp 20 ribu, sepeda motor Rp 10 ribu dan truk sebesar Rp 100 ribu.
Parningotan, salah seorang pemudik yang sedang mengunjungi tempat tinggal orang tuanya di Parapat, menilai petugas pemungut retribusi lakukan pungutan hingga lebih dari seribu persen.
Sebab, lanjut Setiawan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Simalungun Nomor 9 Tahun 2011, tarif retribusi masuk lokasi wisata Parapat sebesar Rp 5 ribu untuk mobil dan truk, serta Rp 2 ribu per individu.
Katanya Parningotan, bila hal itu terus terjadi, dikhawatirkan program nasional, berupa Danau Toba menjadi destinasi wisata atau monaco of asia bisa terhambat dengan aksi pungutan liar (pungli) tersebut.

Penulis : Felix.sitanggang.

Berita Terbaru

Powered by Blogger.

Video

Berita Populer

Komentar Pembaca

Our Facebook Page